Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik kefarmasian yang semakin dinamis menuntut perguruan tinggi untuk senantiasa melakukan penyesuaian dan pembaruan kurikulum agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. Dalam konteks pendidikan tinggi kesehatan, penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) menjadi pendekatan utama untuk menjamin ketercapaian capaian pembelajaran lulusan yang selaras dengan standar kompetensi profesi, kebutuhan pengguna lulusan, serta tuntutan dunia kerja dan pelayanan kesehatan.
Fakultas Farmasi Unjani sebagai penyelenggara pendidikan akademik dan profesi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan telah sepenuhnya mengadopsi prinsip OBE, yaitu berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), terukur, serta didukung oleh strategi pembelajaran dan penilaian yang relevan. Namun demikian, dalam implementasinya masih ditemukan tantangan, antara lain belum optimalnya pemetaan CPL ke dalam capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) dan sub-CPMK, keterbatasan pemahaman dosen terhadap asesmen berbasis OBE, serta perlunya penyelarasan kurikulum dengan kebijakan terbaru, standar akreditasi LAM-PTKes, dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Selain itu, dinamika kebijakan pendidikan tinggi, termasuk implementasi Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), standar nasional pendidikan tinggi, serta perkembangan standar kompetensi kefarmasian, menuntut adanya pembaruan dan penyesuaian kurikulum secara berkala dan sistematis. Proses pembaruan kurikulum tidak hanya membutuhkan kajian akademik yang mendalam, tetapi juga sinergi dan kesamaan pemahaman di antara seluruh dosen dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam perancangan dan pelaksanaannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Fakultas Farmasi memandang perlu untuk menyelenggarakan kegiatan lokakarya kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Lokakarya ini dirancang sebagai forum akademik yang partisipatif dan aplikatif untuk memperkuat pemahaman dosen mengenai konsep dan implementasi OBE, menyelaraskan visi dan misi fakultas dengan profil lulusan dan CPL, serta memfasilitasi pemetaan CPL ke dalam struktur kurikulum, CPMK, metode pembelajaran, dan sistem penilaian. Melalui kegiatan ini diharapkan dihasilkan dokumen kurikulum OBE yang komprehensif, terintegrasi, dan memenuhi standar akreditasi LAM-PTKes.
Dalam rangka mempersiapkan kurikulum OBE Fakultas Farmasi menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum OBE bagi dosen Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani yang dilaksanakan pada hari Jum’at 26 September 2025. Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dengan pengarahan dari Wakil Rektor I Universitas Jenderal Achmad Yani Bapak Prof. Dr. Budiman, S.Pd, SKM, S.Kep.,Ners., M.Kes., MH.Kes., M.Kep. dan dilanjutkan dengan narasumber Ir. Denny Bayu Saefudin, S.T., M. T.. Pelatihan ini merupakan awal untuk mempersiapkan kurikulum OBE di Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani. Selanjutnya kegiatan lokakarya kurikulum dilaksanakan pada tanggal 21-22 November 2025 dengan mengundang beberapa narasumber yaitu Prof. Dr. apt. Yandi Syukri., M.Si (Ketua APTFI), Prof. Dr. apt. Tiana Milanda., M.Si (pakar Kurikulum), Ibu Dr. Mulyanti., S.Kep., M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi), para alumni Fakultas Farmasi Unjani, perseptor dari Rumah Sakit, Industri, PBF, Apotek, BPOM dan IAI sebagai Organisasi Profesi.
Pelaksanaan lokakarya kurikulum OBE ini diharapkan dapat menjadi landasan penguatan mutu penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi secara berkelanjutan. Hasil lokakarya akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi capaian pembelajaran, serta implementasi siklus penjaminan mutu internal (PPEPP). Dengan demikian, kurikulum yang dihasilkan mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan farmasi yang unggul, profesional, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
.
Berita Terbaru